Tuesday, 28 March 2017

Jauhi 5 Hal Berikut Untuk Menghindari Penyakit Tuberkulosis


Tuberkulosis masih menjadi momok bagi penduduk Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia 'naik peringkat' menjadi negara kedua yang memiliki penderita tuberkulosis baru terbanyak. Urutan pertama, diduduki oleh India.

Secara global, penyakit tuberkulosis masih menyebabkan banyak kematian. Menurut World Health Organization, terdapat 8.8 juta insiden kasus tuberkulosis di seluruh dunia pada tahun 2010. Dari seluruh insiden tersebut, sebanyak 1.1 juta orang mengalami kematian.

Penyakit ini memiliki angka kejadian yang tinggi pada anak-anak, dengan lebih dari 1 juta anak terinfeksi di tahun 2015. Selain itu, sekitar 95% kematian akibat tuberkulosis terjadi di negara berkembang dan Indonesia menduduki posisi kedua dengan angka kejadian tuberkulosis terbanyak di dunia.

Angka yang cukup mencengangkan, bukan? Lalu, bagaimana tuberkulosis bisa terjadi pada seseorang?

Hubungan antara tuberkulosis dan gaya hidup tidak sehat sangatlah erat. Beberapa kebiasaan diketahui dapat membuat Anda lebih mudah terkena penyakit ini. Berikut adalah lima kebiasaan tersebut:

1. Merokok
Perokok aktif berisiko lebih tinggi menderita tuberkulosis sebanyak 2-3 kali lipat. Merokok selama proses pengobatan tuberkulosis juga dapat memperparah penyakit. Dampak ini juga tidak hanya beresiko bagi perokok aktif, tetapi juga bagi perokok pasif. Perokok pasif dapat terkena paparan asap rokok dari perokok aktif.

2. Mengonsumsi alkohol
Semua pasti tahu dampak negatif mengkonsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena tuberkulosis sebanyak tiga kali lipat. 

3. Tidak mempraktikkan konsep rumah sehat
Kuman tuberkulosis rentan terhadap sinar ultraviolet. Karena itu, pastikan ventilasi rumah Anda baik agar pertukaran udara sempurna. Jadi, bila ada kuman dari pernapasan, kuman itu tidak tertahan di dalam rumah.

4. Tidak mengonsumsi makanan bergizi
Malnutrisi atau kekurangan gizi menjadi faktor risiko terkena tuberkulosis. Makanan sangat vital bagi manusia, dan sesungguhnya menjadi sumber daya tahan. Contohnya, protein yang Anda konsumsi menjadi bahan baku pembentukan antibodi.

5. Tidak menjalankan pengobatan penyakit yang menurunkan imun tubuh dengan baik

Penurunan imun tubuh mempermudah infeksi tuberkulosis. Contoh penyakit yang menurunkan imun adalah diabetes dan HIV/AIDS. Penderita diabetes memiliki risiko terkena tuberkulosis sebanyak 3 kali lipat. Sedangkan, penderita HIV/AIDS 26-31 kali lipat lebih mungkin terkena tuberkulosis dibandingkan bukan penderita.

Tuberkulosis bukanlah penyakit yang dapat dianggap enteng. Jadi, adakah di antara kebiasaan di atas yang Anda miliki? Yuk, ubah kebiasaan tersebut mulai sekarang demi mencegah tuberkulosis!

0 comments:

Post a Comment